Menguatkan Salat Berjamaah, Menghidupkan Masjid Kembali
Memasuki hari ke-12 Ramadan, umat Muslim diajak untuk memperkuat kembali komitmen dalam menjaga salat berjamaah. Ramadan bukan hanya momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bulan untuk menghidupkan masjid serta mempererat ukhuwah melalui ibadah bersama.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”
(QS. Al-Baqarah: 43)
Ayat ini menjadi dasar pentingnya salat yang dilakukan bersama (berjamaah). Perintah “rukuklah beserta orang-orang yang rukuk” menunjukkan nilai kebersamaan dalam ibadah.
Masjid dan Orang-Orang yang Memakmurkannya
Allah SWT juga menegaskan dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, serta tetap mendirikan salat…”
(QS. At-Taubah: 18)
Ayat ini menjelaskan bahwa memakmurkan masjid adalah ciri orang beriman. Ramadan menjadi waktu terbaik untuk membuktikan keimanan itu, bukan hanya dengan memperbanyak ibadah pribadi, tetapi juga dengan meramaikan rumah Allah.
Masjid bukan sekadar bangunan fisik. Ia adalah pusat peradaban, tempat pendidikan ruhani, serta ruang persatuan umat.
Salat Berjamaah dan Persatuan Umat
Dalam Al-Qur’an, Allah juga berfirman:
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.”
(QS. Ali Imran: 103)
Salat berjamaah adalah simbol persatuan. Semua berdiri sejajar tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun latar belakang. Ramadan memperkuat pesan ini bahwa umat Islam adalah satu barisan.
Tantangan di Pertengahan Ramadan
Memasuki pertengahan Ramadan, semangat sebagian orang mulai menurun. Masjid yang semula penuh di awal bulan perlahan berkurang jamaahnya. Faktor kelelahan, kesibukan, hingga distraksi digital menjadi penyebabnya.
Padahal Allah telah mengingatkan:
“Peliharalah semua salat(mu), dan (peliharalah) salat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk.”
(QS. Al-Baqarah: 238)
Menjaga salat bukan hanya soal melaksanakannya, tetapi juga menjaganya secara konsisten dan khusyuk.
Langkah Praktis Menguatkan Salat Berjamaah
Agar komitmen tidak hanya sebatas niat, berikut beberapa langkah konkret:
-
Menata jadwal harian agar tidak berbenturan dengan waktu salat.
-
Mengajak keluarga dan anak-anak ke masjid untuk membangun kebiasaan sejak dini.
-
Mengurangi penggunaan gawai menjelang waktu salat.
-
Mengikuti kajian atau tadarus agar kehadiran ke masjid lebih bermakna.
-
Menjadikan salat Subuh berjamaah sebagai target utama konsistensi.
Ramadan: Momentum Menghidupkan Rumah Allah
Allah SWT berfirman:
“Dalam rumah-rumah (masjid) yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya…”
(QS. An-Nur: 36)
Ayat ini mengingatkan bahwa masjid adalah tempat yang dimuliakan. Ramadan adalah kesempatan emas untuk kembali memakmurkannya.
Hari ke-12 Ramadan menjadi pengingat bahwa perjalanan masih panjang. Jika di awal kita membangun semangat pribadi, maka kini saatnya memperkuat kebersamaan melalui salat berjamaah.
Masjid yang hidup adalah tanda iman yang hidup. Jangan biarkan Ramadan berlalu tanpa meninggalkan jejak di rumah Allah.
oleh : H. Robani Hendra Permana, ST
Direktur Utama PT Bumi Wiralodra Indramayu (BWI) Perseroda














