RAMADAN MUBARAK

Sudah Siap Bertemu Malam Kemuliaan? Mulai Malam ke-22, Bersihkan Hati Sebelum Berdoa.

Avatar photo
1194
×

Sudah Siap Bertemu Malam Kemuliaan? Mulai Malam ke-22, Bersihkan Hati Sebelum Berdoa.

Sebarkan artikel ini

Hari ke-22 Ramadhan: Berburu Lailatul Qadar dengan Hati yang Suci

Memasuki malam ke-22 Ramadhan, geliat umat Muslim di berbagai masjid mulai meningkat. Bukan sekadar rutinitas tahunan, momentum ini menandai dimulainya fase krusial dalam sepuluh malam terakhir: perburuan Lailatul Qadar. Namun, para ulama mengingatkan bahwa kemuliaan malam tersebut tidak hanya diraih dengan fisik yang kuat untuk terjaga, melainkan dengan hati yang bersih dari penyakit batin.

Bukan Sekadar Begadang, Tapi Kedekatan Spirituil

Banyak orang terjebak pada ritual fisik seperti sekadar tidak tidur atau memperbanyak jumlah rakaat salat, namun mengabaikan kondisi “rumah” bagi iman, yaitu hati. Berburu Lailatul Qadar di malam-malam ganjil maupun genap seperti malam ke-22 ini menuntut proses tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa.

Hati yang dipenuhi rasa iri, dengki, dan sombong ibarat wadah yang retak; sebanyak apa pun amal yang dituangkan, ia sulit menampung keberkahan.

Landasan Al-Qur’an: Mengapa Harus Bersih Hati?

Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa keberuntungan besar hanya milik mereka yang menjaga kesucian jiwanya. Dalam Surah Asy-Syams (91: 9), Allah berfirman:

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ

“Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu).”

Lebih lanjut mengenai kemuliaan malam itu sendiri, Surah Al-Qadr (97: 1-3) menjelaskan betapa istimewanya waktu yang sedang kita cari:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”

Tips Mempersiapkan Diri di Malam ke-22

Untuk memaksimalkan ibadah mulai malam ini, berikut adalah beberapa langkah edukatif yang bisa dilakukan:

  • Bertaubat Nasuha: Memulai malam dengan istighfar yang tulus untuk mengikis noda hitam di hati.

  • Memaafkan Sesama: Melepaskan dendam terhadap orang lain agar doa-doa melesat tanpa hambatan.

  • Menjaga Lisan: Menghindari ghibah atau kata-kata sia-sia yang dapat menggugurkan pahala puasa.

  • Fokus pada Kualitas: Lebih baik beberapa rakaat dengan kekhusyukan tinggi daripada ribuan rakaat yang terburu-buru.

 Lailatul Qadar adalah hadiah bagi mereka yang rindu kepada Tuhannya. Mari jadikan malam ke-22 ini sebagai titik balik untuk membersihkan hati, sehingga saat cahaya kemuliaan itu turun, ia mendarat di jiwa yang sudah siap menerima cahayanya.

Oleh :

Hj. Sri Wahyuni Utami Herman, ST. (Bunda SWH)
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai NasDem – Dapil Jabar XII

Jangan Lupa Bahagia
Bahagia bersama eSWeHa
Follow : @sriwahyuni.herman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!