Example floating
RAMADAN MUBARAK

Waspada! Distraksi Digital Bisa Menggerus Pahala Ramadan

Avatar photo
1194
×

Waspada! Distraksi Digital Bisa Menggerus Pahala Ramadan

Sebarkan artikel ini

Menjaga Pandangan dan Hati dari Hal yang Melalaikan

Memasuki hari ke-14 Ramadan, umat Muslim berada di pertengahan perjalanan spiritual. Setelah hampir dua pekan berpuasa, tantangan bukan lagi sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjaga kualitas hati dan pandangan dari hal-hal yang dapat melalaikan.

Di era digital saat ini, menjaga pandangan bukan hanya dalam arti fisik, tetapi juga menjaga apa yang dikonsumsi melalui layar media sosial, tontonan, dan berbagai konten yang dapat mengikis fokus ibadah.

Ramadan hadir untuk membersihkan jiwa, bukan sekadar menahan diri secara lahiriah.

Perintah Menjaga Pandangan dalam Al-Qur’an

Allah SWT secara tegas memerintahkan kaum mukmin untuk menjaga pandangan:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman agar mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka…”
(QS. An-Nur: 30)

Dan juga kepada perempuan beriman:

“Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman agar mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya…”
(QS. An-Nur: 31)

Ayat ini menegaskan bahwa menjaga pandangan adalah bagian dari kesucian diri. Ia bukan hanya soal etika sosial, tetapi bentuk ketaatan spiritual.

Hati yang Lalai, Awal dari Jauh dari Allah

Selain pandangan, Allah SWT juga mengingatkan tentang bahaya hati yang lalai:

“Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.”
(QS. Al-Kahfi: 28)

Kelalaian dimulai dari hal kecil menunda ibadah, terlalu lama dalam distraksi, atau menikmati hal-hal yang tidak bermanfaat. Jika dibiarkan, ia dapat menggerus sensitivitas ruhani.

Ramadan adalah momentum melatih fokus hati agar tetap terhubung dengan Allah SWT.

Tantangan Menjaga Pandangan di Era Digital

Saat ini, distraksi hadir tanpa batas. Satu sentuhan pada gawai dapat membuka berbagai konten yang belum tentu membawa manfaat. Tanpa kontrol diri, waktu yang seharusnya digunakan untuk tilawah, zikir, atau refleksi justru habis untuk hal yang melalaikan.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
(QS. Al-Isra’: 36)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa apa yang kita lihat dan nikmati tidak lepas dari hisab.

Langkah Praktis Menjaga Pandangan dan Hati

Agar Ramadan tidak berlalu tanpa perubahan berarti, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:

  1. Membatasi waktu penggunaan media sosial.

  2. Memilih tontonan dan bacaan yang bernilai edukatif dan spiritual.

  3. Mengganti waktu luang dengan tilawah atau zikir.

  4. Menghindari lingkungan atau percakapan yang mengarah pada maksiat.

  5. Memperbanyak doa agar hati diteguhkan dalam kebaikan.

Menjaga pandangan bukan hanya menghindari yang haram, tetapi juga menjauhi yang melalaikan.

Ramadan: Sekolah Pengendalian Diri

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Tujuan puasa adalah takwa kesadaran penuh akan pengawasan Allah dalam setiap aspek kehidupan, termasuk apa yang kita lihat dan pikirkan.

Hari ke-14 Ramadan menjadi pengingat bahwa kualitas ibadah tidak hanya ditentukan oleh banyaknya amalan, tetapi juga kebersihan hati dan terjaganya pandangan.

Karena dari pandangan yang terjaga, lahir hati yang bersih. Dari hati yang bersih, lahir amal yang tulus.

oleh : H. Robani Hendra Permana, ST

Direktur Utama  PT Bumi Wiralodra Indramayu (BWI) Perseroda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!