EKOSOSIAL

5 JAGA BUNDA SWH, Benteng Keluarga Hadapi Jerat Judol dan Pinjol

Avatar photo
16035
×

5 JAGA BUNDA SWH, Benteng Keluarga Hadapi Jerat Judol dan Pinjol

Sebarkan artikel ini

 

  • Hj. Sri Wahyuni Herman,ST. (Bunda SWH), Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat  Fraksi Partai NasDem.

INDRAMAYU # Ketahanan keluarga menjadi salah satu benteng penting dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital. Di tengah kemudahan akses internet dan semakin luasnya penggunaan telepon seluler, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat teknologi, tetapi juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko yang dapat muncul di ruang digital, termasuk judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol).

Persoalan tersebut dinilai tidak cukup dihadapi hanya dengan larangan. Edukasi, pendampingan, komunikasi dan kebiasaan hidup yang sehat di dalam keluarga juga memiliki peran penting dalam mencegah anggota keluarga terjerumus ke dalam persoalan yang lebih besar.

Pesan tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Sri Wahyuni Herman (Bunda SWH), saat melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan (P3) dengan tema “Ketahanan Keluarga di Era Digital dengan Memutus Rantai Judol” di Balai Desa Haurkolot, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Senin, 21 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Bunda SWH mengenalkan lima pegangan sederhana yang dapat diterapkan keluarga dalam menghadapi berbagai risiko di era digital. Lima pegangan tersebut dirangkum dalam konsep “5 JAGA”, yakni Jaga Iman, Jaga HP, Jaga Uang, Jaga Anak, dan Jaga Keluarga.

Menurut Bunda SWH, lima prinsip tersebut dapat menjadi pengingat sederhana agar keluarga memiliki kebiasaan yang lebih aman ketika berhadapan dengan perkembangan teknologi, persoalan keuangan, maupun berbagai tantangan sosial.

Jaga Iman, Memperkuat Diri dari Godaan Mendapatkan Uang Cepat

Pegangan pertama adalah Jaga Iman.

Bunda SWH menilai penguatan nilai dan prinsip dalam diri menjadi salah satu langkah awal untuk membentengi keluarga dari godaan mendapatkan uang secara cepat.

Di tengah perkembangan teknologi, masyarakat dapat dengan mudah menemukan berbagai tawaran yang menjanjikan keuntungan. Tidak sedikit pula tawaran yang dikemas dengan bahasa menarik, seperti modal kecil, keuntungan besar atau kesempatan mendapatkan penghasilan dalam waktu singkat.

Karena itu, masyarakat diingatkan agar tidak mudah tergiur dengan janji keuntungan tanpa terlebih dahulu memahami risiko dan cara kerjanya.

Jaga Iman dalam konteks ini tidak hanya berkaitan dengan keyakinan, tetapi juga kemampuan seseorang untuk memegang prinsip dan mempertimbangkan konsekuensi sebelum mengambil keputusan.

Keluarga dapat menjadi tempat pertama untuk menanamkan nilai tersebut. Anak-anak maupun orang dewasa perlu dibiasakan memahami bahwa mendapatkan penghasilan membutuhkan proses dan tanggung jawab, bukan sekadar mengejar hasil secara instan.

Jaga HP, Bijak Sebelum Klik dan Mengunduh

Pegangan kedua adalah Jaga HP.

Telepon seluler saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Perangkat tersebut digunakan untuk bekerja, belajar, berkomunikasi, bertransaksi hingga mencari hiburan.

Namun, semakin banyak aktivitas dilakukan melalui perangkat digital, semakin penting pula kewaspadaan dalam menggunakannya.

Bunda SWH  mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membuka tautan, mudah percaya terhadap iklan, maupun memasang aplikasi yang tidak jelas sumbernya.

Kebiasaan sederhana seperti memeriksa informasi sebelum mengeklik tautan, memahami izin aplikasi dan tidak sembarangan memberikan data pribadi dapat menjadi bagian dari perlindungan keluarga.

Ruang digital bergerak sangat cepat. Sebuah keputusan yang dilakukan hanya dalam beberapa detik dapat membawa konsekuensi yang lebih panjang. Karena itu, kebiasaan berhenti sejenak dan berpikir sebelum bertindak menjadi penting.

Jaga HP juga dapat diterapkan dalam keluarga melalui kesepakatan penggunaan perangkat. Orang tua dapat mengajarkan anak untuk mengenali konten yang aman dan tidak aman serta membiasakan anak bertanya ketika menemukan sesuatu yang tidak dipahami.

Jaga Uang, Jangan Gali Lubang Tutup Lubang

Pegangan ketiga adalah Jaga Uang.

Persoalan ekonomi sering kali menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan keluarga. Ketika kebutuhan meningkat sementara kemampuan keuangan terbatas, seseorang dapat mengalami tekanan untuk mencari solusi secara cepat.

Dalam kondisi tersebut, masyarakat perlu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Bunda SWH mengingatkan agar pinjaman tidak digunakan untuk berjudi. Perjudian juga tidak boleh dijadikan cara untuk membayar utang.

“Jangan gali lubang tutup lubang. Jangan mencari jalan keluar dari masalah keuangan dengan menciptakan masalah yang baru,” ujar Bunda SWH.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keputusan keuangan sebaiknya dilakukan dengan pertimbangan matang.

Ketika keluarga memiliki masalah keuangan, komunikasi menjadi penting. Persoalan sebaiknya tidak disembunyikan hingga akhirnya berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Membuat prioritas kebutuhan, memahami kemampuan membayar dan menghindari keputusan keuangan yang impulsif merupakan bagian dari kebiasaan yang dapat dibangun bersama.

Jaga Anak, Hadir dalam Dunia Digital Mereka

Pegangan keempat adalah Jaga Anak.

Anak-anak merupakan bagian dari keluarga yang semakin akrab dengan teknologi. Telepon seluler dapat memberikan banyak manfaat bagi proses belajar dan komunikasi, tetapi penggunaannya tetap membutuhkan pendampingan.

Bunda SWH mengingatkan bahwa memberikan telepon seluler kepada anak sebaiknya juga diikuti perhatian terhadap aktivitas anak di ruang digital.

Orang tua perlu mengetahui apa yang ditonton anak, permainan yang dimainkan, dengan siapa mereka berkomunikasi, serta bagaimana mereka menggunakan uang digital.

Pendampingan tidak harus selalu dilakukan dengan pendekatan yang keras. Komunikasi yang terbuka justru dapat membantu anak merasa nyaman ketika menemukan persoalan atau mendapatkan sesuatu yang membuat mereka bingung.

Orang tua juga perlu memberikan pemahaman bahwa tidak semua informasi, iklan, permainan, maupun tawaran yang muncul di internet aman untuk diikuti.

Dengan pendampingan yang baik, anak dapat belajar menggunakan teknologi secara lebih bertanggung jawab tanpa merasa bahwa dunia digital merupakan sesuatu yang harus ditakuti.

Jaga Keluarga, Jadikan Rumah Tempat Aman untuk Bercerita

Pegangan kelima adalah Jaga Keluarga.

Menurut Bunda SWH, komunikasi dua arah di dalam rumah merupakan bagian penting dari ketahanan keluarga.

Masalah yang muncul dalam keluarga sering kali menjadi semakin berat ketika tidak dibicarakan. Sebaliknya, keterbukaan dapat membuka kesempatan bagi anggota keluarga untuk mencari solusi bersama.

“Benteng pertama tetap keluarga. Kalau anak punya masalah, dengarkan. Kalau suami-istri punya persoalan keuangan, bicarakan,” katanya.

Pesan tersebut menempatkan keluarga sebagai ruang aman untuk saling mendengarkan.

Anak perlu mengetahui bahwa ketika menghadapi persoalan, mereka memiliki orang tua atau anggota keluarga yang dapat diajak berbicara. Begitu pula pasangan suami istri perlu memiliki ruang komunikasi untuk membicarakan kondisi ekonomi maupun persoalan lainnya.

Komunikasi bukan berarti setiap persoalan langsung memiliki solusi. Namun, keterbukaan dapat menjadi langkah awal agar masalah tidak diselesaikan secara diam-diam dengan keputusan yang berisiko.

5 JAGA Menyatukan Nilai, Teknologi, Keuangan dan Komunikasi

Jika diperhatikan, lima pegangan yang disampaikan SWH saling berhubungan.

Jaga Iman berkaitan dengan prinsip dalam mengambil keputusan. Jaga HP berkaitan dengan bagaimana seseorang menggunakan teknologi. Jaga Uang mengajarkan kehati-hatian dalam mengelola keuangan. Jaga Anak menekankan pentingnya pendampingan. Sementara Jaga Keluarga menjadi pengikat melalui komunikasi.

Kelima hal tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.

Keluarga tidak harus menunggu sampai muncul persoalan untuk mulai berbicara mengenai risiko judol, pinjol atau penggunaan teknologi. Edukasi dapat dilakukan melalui percakapan sehari-hari.

Anak dapat diajak memahami nilai uang. Orang tua dapat membahas risiko membuka tautan sembarangan. Suami dan istri dapat membicarakan kondisi keuangan secara terbuka. Semua itu merupakan bentuk pencegahan yang dapat dilakukan tanpa menunggu masalah terjadi.

Pemerintah dan Keluarga Perlu Berjalan Bersama

Bunda SWH berharap konsep 5 JAGA dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan yang lebih aman dalam menghadapi tantangan ruang digital.

Menurutnya, pencegahan persoalan judol dan pinjol membutuhkan keterlibatan bersama.

Pemerintah tetap memiliki peran dalam menjalankan fungsi edukasi dan perlindungan masyarakat. Namun, keluarga merupakan lingkungan terdekat yang dapat memberikan pendampingan setiap hari.

Karena itu, upaya membangun ketahanan keluarga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran melalui kebiasaan yang dibangun dari lingkungan rumah masing-masing.

Pendekatan tersebut membuat pencegahan tidak berhenti pada imbauan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Membangun Benteng Digital Dimulai dari Rumah

Perkembangan teknologi merupakan bagian dari kehidupan yang sulit dipisahkan dari masyarakat. Teknologi dapat memberikan manfaat besar apabila digunakan secara tepat, tetapi juga membutuhkan tanggung jawab dari penggunanya.

Karena itu, tantangan keluarga bukan sekadar menjauhkan anggota keluarga dari teknologi, melainkan membangun kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak.

Konsep 5 JAGA yang diperkenalkan Bunda SWH menawarkan pesan sederhana: jaga iman, jaga HP, jaga uang, jaga anak dan jaga keluarga.

Lima pegangan tersebut dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan secara bertahap sesuai kondisi masing-masing keluarga.

Pada akhirnya, ketahanan keluarga tidak dibangun dalam satu hari. Ia tumbuh melalui kebiasaan saling mendengarkan, terbuka mengenai persoalan, berhati-hati menggunakan teknologi, bijak mengelola uang dan memberikan pendampingan kepada anak.

Dari rumah yang komunikatif dan saling mendukung, masyarakat dapat membangun benteng yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan era digital.

Baca Fakta Edukasi Berita

  • Hj. Sri Wahyuni Herman,ST. (Bunda SWH), Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat  Fraksi Partai NasDem.
  • Bunda SWH menyampaikan konsep 5 JAGA dalam kegiatan P3 di Desa Haurkolot.
  • Tema kegiatan adalah “Ketahanan Keluarga di Era Digital dengan Memutus Rantai Judol.”
  • Jaga Iman: memperkuat prinsip dan tidak mudah tergoda tawaran uang cepat.
  • Jaga HP: berhati-hati membuka tautan, iklan, dan memasang aplikasi.
  • Jaga Uang: membedakan kebutuhan dan keinginan serta menghindari penggunaan pinjaman untuk berjudi.
  • Jaga Anak: orang tua perlu mendampingi aktivitas digital anak.
  • Jaga Keluarga: membangun komunikasi terbuka untuk membicarakan persoalan.
  • Pencegahan judol dan pinjol membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, keluarga dan masyarakat.
  • Keluarga dapat menjadi benteng pertama dalam membangun kebiasaan digital dan keuangan yang lebih aman.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!