Indramayu # Bupati Indramayu Lucky Hakim didampingi Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Sri Wahyuni Utami Herman, yang akrab disapa Bunda SWH, meninjau langsung salah satu lokasi penyebab banjir akibat tersumbatnya aliran air oleh gulma eceng gondok. Jumat, 30/01/2026.
Peninjauan lapangan tersebut menjadi bentuk respons atas keluhan masyarakat sekaligus upaya mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan lingkungan yang kerap memicu banjir, khususnya saat curah hujan meningkat.
Dalam peninjauan itu, Bupati Lucky Hakim melihat langsung kondisi saluran air yang dipenuhi eceng gondok sehingga menghambat aliran air dan menyebabkan genangan di sejumlah titik.
“Eceng gondok ini memang terlihat sederhana, tetapi jika tidak dikelola dengan baik bisa berdampak besar. Karena itu, penanganannya harus berkelanjutan dan melibatkan semua pihak,” ujar Lucky Hakim.
Bunda SWH: Eceng Gondok Bisa Diolah, Bukan Sekadar Dibersihkan
Sebagai Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi antara lain urusan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, Bunda SWH menekankan bahwa eceng gondok seharusnya tidak hanya dianggap sebagai gulma pengganggu, melainkan juga memiliki potensi ekonomi apabila dikelola secara kreatif.
“Eceng gondok ini bisa dimanfaatkan menjadi handycraft, seperti tikar anyaman dan berbagai kerajinan lainnya. Dengan begitu, masyarakat bukan hanya membersihkan saluran air, tetapi juga memperoleh nilai tambah secara ekonomi,” tutur Bunda SWH.
Menurutnya, pendekatan ini dapat menjadi solusi dua arah, yakni mengurangi risiko banjir sekaligus memberdayakan masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan saluran air.
Cara Mengatasi Eceng Gondok Agar Tidak Menyebabkan Banjir
Dalam rangka edukasi lingkungan, Bunda SWH menyampaikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan pertumbuhan eceng gondok, antara lain:
-
Pembersihan rutin saluran air dan sungai, terutama di wilayah rawan genangan
-
Pengangkatan eceng gondok secara berkala, baik manual maupun menggunakan alat bantu
-
Pelibatan masyarakat sekitar, melalui kerja bakti dan edukasi kepedulian lingkungan
-
Pengawasan berkelanjutan, agar eceng gondok tidak tumbuh kembali secara masif
Langkah-langkah tersebut dinilai penting agar fungsi saluran air tetap optimal dan risiko banjir dapat ditekan.
Pemanfaatan Eceng Gondok Bernilai Ekonomi
Lebih lanjut, eceng gondok yang telah diangkat dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk ramah lingkungan, seperti:
-
Tikar anyaman dan kerajinan tangan (handycraft)
-
Produk kreatif UMKM, seperti tas, wadah, dan cenderamata
-
Kompos atau pupuk organik, untuk mendukung pertanian berkelanjutan
Pemanfaatan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
Kolaborasi Jadi Kunci Penanganan Berkelanjutan
Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan perangkat daerah, masyarakat, serta pelaku UMKM agar pengendalian eceng gondok tidak berhenti pada penanganan banjir semata, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama berbasis lingkungan dan ekonomi kerakyatan.
Melalui kolaborasi tersebut, eceng gondok yang selama ini menjadi persoalan diharapkan dapat berubah menjadi sumber manfaat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.














