EKOSOSIAL

Tak Sekadar Lomba, LAGA LUAS 5 Jadi Bukti Generasi Muda Indramayu Peduli Kemanusiaan dan Lingkungan

Avatar photo
9339
×

Tak Sekadar Lomba, LAGA LUAS 5 Jadi Bukti Generasi Muda Indramayu Peduli Kemanusiaan dan Lingkungan

Sebarkan artikel ini

LAGA LUAS 5 Jadi Momentum Kebangkitan Semangat Kemanusiaan Pelajar Indramayu

Bongas, Indramayu  # Riuh semangat para pelajar memenuhi halaman Palang Merah Indonesia Unit SMA Negeri 1 Bongas saat puluhan tim Palang Merah Remaja (PMR) dari berbagai sekolah saling menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam ajang “LAGA LUAS 5” atau Lomba Antar Anggota PMR dan Evaluasi, Minggu (24/5/2026).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Siti Sugihastuti, S.Sos., perwakilan dari Palang Merah Indonesia Kabupaten Indramayu, yang sekaligus menandai dimulainya kompetisi kepalangmerahan tingkat Madya dan Wira di Kabupaten Indramayu.

Acara pembukaan juga dihadiri Plt Kepala SMAN 1 Bongas Uswandi S.Sos., M.Si., Wakasek Kesiswaan Argiat Fudiarto, S.Pd., Waka Kurikulum Ade Iyo Koswara, S.Pd., Waka Humas Sri Mulyati, S.Pd., perwakilan Kapolsek Bongas Saeful (Bag Humas), serta H. Suparta, S.Pd.I., M.Si., dan para peserta lomba dari berbagai sekolah.

Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan bahwa pendidikan kemanusiaan merupakan gerakan bersama yang melibatkan sekolah, organisasi kemanusiaan, hingga aparat keamanan.

Ajang Evaluasi Sekaligus Pembentukan Karakter Pelajar

Pembina PMR SMA Negeri 1 Bongas, Sukardi, ST., menjelaskan bahwa LAGA LUAS merupakan agenda tahunan yang bertujuan mengukur hasil latihan PMR selama satu tahun terakhir di masing-masing sekolah.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya soal mencari juara, melainkan menjadi sarana evaluasi bersama agar pembinaan PMR tetap sesuai dengan kurikulum dan nilai-nilai kepalangmerahan yang dianjurkan PMI.

“Ini menjadi bahan evaluasi bersama, apakah materi latihan yang diberikan selama ini sudah sesuai dengan arahan PMI dan kurikulum kepalangmerahan yang berlaku,” ujar Sukardi, ST.

Ia mengungkapkan bahwa pandemi sempat membuat kegiatan seperti ini vakum selama beberapa tahun. Namun kini, semangat para pelajar untuk kembali aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan mulai tumbuh kembali.

Kebangkitan kegiatan PMR ini menjadi penting karena di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus media sosial, pelajar membutuhkan ruang positif untuk belajar kerja sama, disiplin, tanggung jawab, hingga kepedulian terhadap sesama.

Mengasah Keterampilan Nyata yang Berguna di Kehidupan Sehari-hari

Dalam perlombaan tersebut, peserta diuji melalui sejumlah kategori utama seperti Pertolongan Pertama (PP), Perawatan Keluarga (PK), Olimpiade Kepalangmerahan, Tandu Darurat putra dan putri, Remaja Populer (Repop), hingga kategori Peduli Lingkungan.

Setiap kategori memiliki tujuan edukatif yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Pada kategori Pertolongan Pertama, peserta dituntut cepat dan tepat menangani kondisi darurat dasar seperti luka, pingsan, hingga kecelakaan ringan.

Sementara Perawatan Keluarga mengajarkan keterampilan dasar merawat anggota keluarga yang sakit di rumah. Kategori ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap kesehatan dimulai dari lingkungan keluarga sendiri.

Adapun Olimpiade Kepalangmerahan menguji wawasan peserta terkait tujuh materi inti kepalangmerahan, mulai dari sejarah PMI hingga prinsip-prinsip kemanusiaan.

Kategori tandu darurat menjadi salah satu lomba yang paling menegangkan. Peserta dituntut mampu membuat tandu dengan cepat, kuat, dan rapi menggunakan alat sederhana. Kekompakan tim menjadi penilaian utama dalam kategori tersebut.

Tak kalah menarik, kategori Remaja Populer (Repop) justru menunjukkan bagaimana PMR mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Peserta ditantang membuat konten edukasi dan promosi kemanusiaan melalui media sosial.

“Melalui Repop dan kegiatan peduli lingkungan, kami ingin menunjukkan bahwa remaja sekarang bisa memanfaatkan kreativitas dan aksi nyata untuk hal-hal positif serta kegiatan kemanusiaan,” tambah Sukardi, ST.

Kreativitas Pelajar dan Solidaritas Jadi Sorotan

Ketua pelaksana kegiatan, Angelina Marvella mengaku bangga melihat antusiasme peserta yang begitu tinggi. Menurutnya, kerja keras panitia dan seluruh anggota PMR SMA Negeri 1 Bongas terbayar dengan lancarnya kegiatan tersebut.

“Kami sangat bersyukur kegiatan ini bisa berjalan lancar dan mendapat antusias luar biasa dari peserta. Semoga melalui LAGA LUAS 5 ini, solidaritas antaranggota PMR semakin kuat dan para peserta bisa mendapatkan pengalaman serta pembelajaran yang bermanfaat,” ujarnya.

LAGA LUAS 5 sendiri diikuti oleh 10 sekolah tingkat Wira dan 14 sekolah tingkat Madya. Beberapa sekolah bahkan mengirimkan lebih dari satu tim, baik putra maupun putri.

Suasana kompetisi berlangsung meriah namun tetap penuh sportivitas. Saat babak final tingkat Wira putri berlangsung, sorak dukungan dari peserta lain terdengar memenuhi arena lomba. Meski bersaing, para peserta tetap menunjukkan semangat saling membantu dan menghargai.

Relawan PMI sekaligus Koordinator Juri, Buntas Gunawan menegaskan bahwa kompetisi ini bertujuan melatih mental dan kekompakan tim, bukan sekadar mengejar kemenangan.

“Kami melihat semangat peserta sangat luar biasa. Dalam kegiatan seperti ini, yang paling penting bukan hanya kemenangan, tetapi bagaimana peserta mampu menerapkan keterampilan kepalangmerahan dengan tepat, cepat, dan tetap mengedepankan kekompakan tim,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa penilaian lomba mengutamakan aspek teknis, ketelitian, serta kecepatan kerja tim.

“Kriteria penilaian meliputi ketepatan simpul, kecepatan pengerjaan, kerapian hasil, kekuatan tandu, serta kekompakan tim. Kalau nilainya sama, maka waktu tercepat yang menentukan juara,” jelasnya.

Prestasi Membanggakan dan Dampak Sosial bagi Masyarakat

Pada pengumuman akhir perlombaan, untuk tingkat Madya, Juara Umum 1 diraih SMP Negeri 1 Karangampel, Juara Umum 2 diraih SMP Negeri 1 Anjatan, dan Juara Umum 3 diraih SMP Negeri 2 Kroya.

Sementara pada tingkat Wira, Juara Umum 1 berhasil diraih SMA Negeri 1 Anjatan, Juara Umum 2 diraih SMA Negeri 1 Kandanghaur, dan Juara Umum 3 diraih SMA Negeri 2 Indramayu.

Trofi bergilir paling bergengsi dalam ajang tersebut juga berhasil dibawa pulang oleh SMA Negeri 1 Anjatan setelah tampil dominan dalam berbagai kategori perlombaan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 1 Bongas, Sri Mulyati,S.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung suksesnya acara tersebut.

“Kami sangat bangga karena kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana membangun karakter kemanusiaan, kedisiplinan, kerja sama tim, dan kepedulian sosial di kalangan pelajar,” ujarnya.

Menariknya, kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Panitia menggandeng pelaku UMKM lokal untuk membuka stand makanan dan jajanan di area sekolah.

Sebagian besar pendanaan kegiatan juga berasal dari sponsorship dan kerja sama dengan pelaku usaha sekitar sekolah. Langkah ini menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan dan kemanusiaan juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat sekitar juga ikut merasakan manfaat kegiatan ini, bukan hanya menjadi penonton, tetapi ikut bergerak dalam perputaran ekonomi,” kata Sukardi ST.

Menanamkan Nilai Kemanusiaan di Tengah Tantangan Zaman

LAGA LUAS 5 menjadi bukti bahwa pendidikan karakter tidak selalu hadir di ruang kelas. Melalui kegiatan seperti PMR, pelajar belajar menghadapi situasi nyata, mengambil keputusan cepat, bekerja sama, hingga peduli terhadap lingkungan dan sesama manusia.

Di tengah era digital yang sering membuat remaja sibuk dengan dunia virtual, kegiatan kepalangmerahan justru menjadi ruang penting untuk menumbuhkan empati sosial dan kepedulian nyata di kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar menjadi agen perubahan sosial jika diberikan ruang, dukungan, dan pembinaan yang tepat.

Dengan terselenggaranya LAGA LUAS 5, harapan besar tumbuh agar semangat kemanusiaan, solidaritas, keterampilan kepalangmerahan, dan kepedulian lingkungan di kalangan pelajar Indramayu terus berkembang dari tahun ke tahun.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah generasi tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari seberapa besar kepedulian mereka terhadap sesama manusia.

Baca Fakta Edukasi Berita

  • LAGA LUAS 5 digelar di SMAN 1 Bongas oleh PMR Wira Unit 279 PMI.
  • Dibuka oleh Siti Sugihastuti, S.Sos. dari PMI Kabupaten Indramayu.
  • Dihadiri unsur sekolah, PMI, Polsek Bongas, dan tamu undangan lainnya.
  • Diikuti 10 sekolah Wira dan 14 sekolah Madya.
  • Lomba meliputi PP, PK, Olimpiade, Tandu Darurat, Repop, dan Peduli Lingkungan.
  • Tingkat Madya Juara Umum 1 diraih SMPN 1 Karangampel.
  • Tingkat Wira Juara Umum 1 diraih SMAN 1 Anjatan.
  • Trofi bergilir berhasil dibawa pulang SMAN 1 Anjatan.
  • Fokus pada pendidikan karakter dan kepalangmerahan.
  • Kegiatan memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial pelajar.
  • Kegiatan melibatkan UMKM lokal untuk mendukung ekonomi masyarakat sekitar.
  • LAGA LUAS 5 dinilai mampu membangun karakter disiplin, solidaritas, dan kepedulian sosial pelajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!