EKOSOSIAL

11.000 Bibit Mangrove Ditanam di Pantai Eretan, Kolaborasi Pertamina dan Lintas Sektor Jaga Pesisir Indramayu

Avatar photo
18773
×

11.000 Bibit Mangrove Ditanam di Pantai Eretan, Kolaborasi Pertamina dan Lintas Sektor Jaga Pesisir Indramayu

Sebarkan artikel ini

Indramayu # Menjaga pesisir bukan hanya tentang menanam pohon hari ini, tetapi juga menyiapkan perlindungan bagi kehidupan masyarakat di masa depan. Semangat itulah yang mewarnai aksi penanaman 11.000 bibit mangrove jenis Rhizophora dan bersih pantai di Pantai Eretan, Blok Kalimenir, Kabupaten Indramayu, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 tersebut mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, Pertamina, TNI-Polri, akademisi, pelajar, komunitas lingkungan hingga masyarakat.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Memperkuat Pesisir

Aksi lingkungan ini diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu bersama Asosiasi Lembaga Peduli Lingkungan, pegiat lingkungan, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, serta perusahaan daerah.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan kawasan pesisir Pantai Utara Jawa menghadapi berbagai tantangan lingkungan, termasuk abrasi, perubahan iklim, dan penurunan kualitas lingkungan.

Ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar SD hingga SMA/SMK, komunitas lingkungan, serta pekerja Pertamina turut ambil bagian.

Dari PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan, kegiatan diikuti Perwira dan Mitra Kerja dari Fungsi HSSE Bagian Environment.

11.000 Bibit Mangrove untuk Masa Depan Pesisir

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, terutama sektor industri dan BUMN.

“Kolaborasi lintas sektor seperti inilah yang menjadi kunci utama pelestarian ekosistem Pantai Utara Jawa demi mengamankan masa depan generasi mendatang,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, keberadaan hutan mangrove memiliki fungsi penting bagi kawasan pesisir. Vegetasi tersebut membantu melindungi garis pantai dari abrasi dan gelombang ekstrem serta berperan dalam mengurangi intrusi air laut.

Selain itu, mangrove mempunyai kemampuan menyerap karbon dan membantu menjaga kualitas lingkungan perairan. Ekosistem tersebut juga dapat memberikan manfaat ekonomi melalui pengembangan perikanan dan ekowisata berbasis masyarakat.

Dari Konservasi Menjadi Sumber Nilai Ekonomi

Komitmen terhadap lingkungan juga dikembangkan Pertamina melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Section Head Environment PT Pertamina Patra Niaga RU Balongan, Muhammad Nur Hidayat, mengatakan keterlibatan pekerja dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.

“Bagi Pertamina, mangrove bukan sekadar vegetasi pelindung pantai, tetapi merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan ekosistem pesisir,” kata Hidayat.

Ia menambahkan, penanaman mangrove dan bersih pantai diharapkan menunjukkan bahwa aktivitas industri dapat berjalan berdampingan dengan upaya menjaga lingkungan.

“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan industri dapat berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian lingkungan demi keberlanjutan wilayah pesisir Indramayu,” ujarnya.

Komitmen tersebut diwujudkan secara berkelanjutan melalui program Community Involvement and Development (CID) yang berfokus pada konservasi sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Salah satu contohnya adalah pengembangan Ekowisata Mangrove Karangsong. Kawasan yang sebelumnya merupakan lahan pesisir terdegradasi tersebut kini dikembangkan menjadi kawasan konservasi, edukasi, penelitian, dan wisata berbasis lingkungan yang melibatkan masyarakat.

Mangrove Karangsong, Konservasi yang Menggerakkan Ekonomi Warga

Upaya konservasi juga diarahkan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

Pertamina mendorong pengembangan Program Budidaya dan Pengolahan Produk Turunan Mangrove bersama Kelompok Jaka Kencana.

Melalui program tersebut, buah mangrove jenis pidada diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti sirup, dodol, nastar, hingga kopi mangrove.

Inovasi tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian lingkungan tidak harus dipisahkan dari peningkatan kesejahteraan. Ekosistem yang dijaga dapat menjadi sumber pengetahuan, kegiatan ekonomi, sekaligus ruang tumbuh bagi masyarakat pesisir.

Bersih Pantai dan Tanam Mangrove Jadi Gerakan Bersama

Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Balongan, Nurhidayanto, menegaskan bahwa momentum Hari Mangrove Sedunia menjadi pengingat pentingnya menjaga ekosistem pesisir secara konsisten.

“Penanaman mangrove dan aksi bersih pantai yang kami lakukan bersama seluruh unit bisnis Pertamina hari ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan,” ujar Nurhidayanto.

Ia menilai perlindungan pesisir membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

“Kami percaya bahwa perlindungan pesisir tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat,” katanya.

Menanam Hari Ini, Menjaga Pesisir untuk Generasi Berikutnya

Penanaman 11.000 bibit mangrove di Pantai Eretan bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, aksi tersebut menunjukkan pentingnya membangun kesadaran bersama bahwa kawasan pesisir merupakan ruang hidup yang perlu dijaga secara berkelanjutan.

Mangrove membutuhkan waktu untuk tumbuh dan memberikan manfaat ekologis secara optimal. Karena itu, keberhasilan konservasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga oleh pemeliharaan, pengawasan, dan keterlibatan masyarakat setelah penanaman.

Dari Pantai Eretan, pesan tersebut kembali ditegaskan: menjaga lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi keselamatan ekosistem, keberlanjutan ekonomi masyarakat, dan masa depan generasi mendatang.

Baca Fakta Edukasi Berita

  • 11.000 bibit mangrove jenis Rhizophora ditanam di Pantai Eretan, Blok Kalimenir.
  • Kegiatan berlangsung pada 29 Juli 2026 dalam rangka Hari Mangrove Sedunia 2026.
  • Mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang.”
  • Melibatkan pemerintah, Pertamina, TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, komunitas dan masyarakat.
  • Kegiatan juga diisi aksi bersih pantai.
  • Mangrove berperan membantu melindungi pesisir dari abrasi dan gelombang ekstrem.
  • Ekosistem mangrove juga memiliki nilai ekologis dan ekonomi.
  • Pertamina mengembangkan Ekowisata Mangrove Karangsong.
  • Produk turunan mangrove dikembangkan bersama masyarakat melalui Kelompok Jaka Kencana.
  • Konservasi diarahkan berjalan bersama pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
  • Perlindungan pesisir membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan pemeliharaan berkelanjutan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!